DAFTAR PUSTAKA ATAU BIBILIOGRAFI

 Pengertian 
Daftar pustaka adalah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel dan bahan-bahan lain yang berhubungan dengan sebuah karangan / sebagian dari karangan yang tengah digarap. (Keraf, 1989 ; 213)

Fungsi 
Fungsi daftar pustaka adalah sebagai pertanggung jawaban ilmiah terhadap gagasan-gagasan orang lain yang telah digunakan oleh seseorang dalam menjelaskan atau memperkuat gagasannya di dalam sebuah karangan ilmiah.

Tanda baca yang digunakan
1. Tanda koma (,) untuk menandai nama yang dibalik
2. Tanda titik (.), digunakan diantara nama penulis, tahun terbit, judul buku, dan nama kota  
     tempat terbit
3. Tanda titik dua (:), digunakan diantara kota tempat penerbit dan nama penerbit.

Unsur-unsur daftar pustaka
1. Nama pengarang
2. Tahun terbit
3. Judul buku
4. Tempat terbit
5. Nama terbit

A. Nama pengarang

1. Nama pengarang ditulis lengkap sesuai dengan nama yang tertera disumber acuan.
2. Gelar akademik tidak dicantumkan.
3. Apabila nama pengarang lebih dari satu kata penulisannya harus dibalik dengan cara  
    nama akhir pengarang ditulis terlebih dahulu kemudian disusul nama pertama. Diantara  
    nama akhir dan nama pertama diberi tanda koma.
4. Jika pengarang terdiri atas 2 orang hanya nama pengarang pertama yang nama akhirnya
    dibalik, sedangkan nama pengarang ke-2 tidak dibalik.
5. Jika pengarang lebih 2 orang, hanya nama pengarang pertama yang dibalik kemudian
    diambah singkatan dkk (dan kawan-kawan)
6. Jika buku hanya ditulis nama editor, bukan nama pengarangnya penulisan nama editor
    singkatan ed. dibelakang nama.

Contoh
Data nama pengarang Penulisannya menjadi Penyusunan (alfabetis)
Gorys Keraf Keraf, Gorys Hadi, Shaywan, dkk
Gorys Keraf dan Fransasiasi datang Keraf, Gorys dan Fransasiasi datang Kentjono, Djoko (ed).
Drs. Suroso Suroso Keraf, Gorys
Shafwan Hadi. Sucipto & Sri Haryanti Hadi, Shafwan dkk Keraf, Gorys dan Fransasiasi datar.
Henry Guntur Tarigan Tarigan, Henry, Guntur Tarigan, Henry, Guntur.

B. Tahun terbit

Tahun tertib ditulis dibelakang nama pengarang.

C. Judul buku

Aturan penulisan :
1. Judul buku harus ditulis lengkap, tidak boleh disingkat.
2. Tiap kata harus diawali dengan huruf kapital kecuali kata sambung.
3. Apabila ditulis tangan atau diketik manual, judul buku harus diberi tanda garis bawah.
4. Apabila diketik komputer, judul buku dicetak miring.
5. Apabila judul buku sangat panjang (hasil penelitian) judul buku tidak digaris bawahi tetapi diapit tanda petik        (“).
6. Jika judul merupakan judul artikel dalam surat kabar atau majalah tabloid judul tersebut diapit tanda petik dan nama media masa yang memuatnya dicetak miring.

Contoh penulisan judul buku :
a. Terampil Berbahasa Indonesia 2 Program IPA dan IPS.
b. “Pendekatan Keterampilan Proses Pendekatan Konsep dalam Pembelajaran Kalimat
    Sederhana : “Eksperimen di SMP Negeri Banyumas Kelas 1 Tahun Pelajaran 1991/
    1992”.
c. Indriyati, Diah. 2001. “Mengolah Air Minum”. Dalam Kompas 22 Oktober 2001.
   Jakarta.

D. Nama Kota

Nama kota maksudnya nama kota penerbit buku.
Aturan Penulisan :
1. Nama kota harus ditulis lengkap.
2. Nama kota harus diawali dengan huruf kapital.
3. Nama kota ditulis setelah judul buku.
4. Setelah nama kota diberi tanda titik dua (:).

E. Nama Penerbit

Nama penerbit adalah nama perusahaan atau instansi yang menerbitkan buku tersebut, bukan nama perusahaan atau instansi yang mencetak (percetakan), kecuali apabila yang mencetak dan menerbitkan buku tersebut perusahaan atau instansi yang sama.

Aturan Penulisan
1.  Nama penerbit harus ditulis lengkap.
2.  Tiap kata harus diawali huruf kapital.
3.  Nama penerbit ditulis setelah nama kota dan diakhiri tanda titik (.).
4.  Jika satu buku tidak terdapat nama pengarang dan buku tersebut diterbitkan oleh suatu l
     lembaga atau institusi, maka nama lembaga / institusi tersebut dituliskan sebagai
     pengganti nama pengarang dan nama penerbit tidak dituliskan lagi.

Contoh :
a. Keraf, Gorys. 1989. Argumentasi dan Narasi. Jakarta : Gramedia.
b. Pusat Kurikulum. Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas. 2001. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMA. Jakarta.

Urutan Penulisan Sumber atau Daftar Pustaka
Nama Pengarang. Tahun Terbit. Judul Buku. Nama Kota : Nama Penerbit.Penjelasan.

1. Penulisan daftar pustaka dimulai dari batas tepi kiri hinga batas tepi kanan. Apabila       
    dalam satu baris belum selesai, maka dianjurkan baris dibawahnya dengan cara
    menjorok ke tengah ke dalam lebih kurang 5 – 7 spasi (seperti penulisan alinea baru).
2. Penulisan daftar pustaka tidak boleh diawali dengan penomeran.
3. Penulisan daftar pustaka harus secara alfabetis berdasarkan nama pengarangnya.
4. Tanda baca yang dipakai adalah tanda titik, tanda koma, dan tanda titik dua.
     a. Tanda titik (.) dipakai setelah nama pengarang, tahun terbit, judul buku, nama
          penerbit.
     b. Tanda koma (,) dipakai pada penulisan nama pengarang yang lebih dari satu kata.
     c. Tanda titik dua ( dipakai diantara nama kota dan nama penerbit.

Contoh penulisan :
DAFTAR PUSTAKA
Firman, Harry dan Liliasari. 1997. Kimia I untuk Sekolah Menengah Umum Kelas I.  
       Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Foster, Bab. 2000. Terpadu : Fisika SMU Jilid 2 A untuk kelas 2 Tengah Tahun Pertama.  
       Jakarta : Erlangga.

Noormandiri, B.K. dan Endar Sucipto. 2000. Buku Pelajaran Matematika untuk SMA Jilid
       3 Kelas 3. Jakarta : Erlangga.

http://babeheko.blogspot.com/2010/08/daftar-pustaka-atau-bibiliografi.html

09.46 | Posted in | Read More »

GURINDAM


Gurindam adalah termasuk sastra lama. Sastra lama mendapat pengaruh dari sastra Melayu atau India. Oleh sebab itu bahasa yang digunakan dalam gurindam terpengaruh oleh bahasa Melayu atau India. Gurindam ditulis dalam bentuk pasal-pasal. Setiap pasal terdiri dari dua bait dan setiap baitnya terdiri dari dua baris. Dua baris dalam satu bait gurindam umumnya dipahami sebagai satu kalimat yang sempurna. Kalimat itu terdiri atas dua anak klausa ( sering disebut induk dan anak kalimat). Jumlah suku kata tiap baris 8 hingga 14 suku kata. Baris pertama menunjukan sebab ( persyaratan ), sedangkan baris kedua merupakan akibatnya ( konsekuensi ). Isi gurindam berupa nasehat.

Berdasarkan bentuk / isi gurindam,ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
a.  Tiap-tiap suku ( bait ) terdiri atas dua baris
b.  Banyaknya suku kata pada tiap-tiap baris tidak tetap, ( biasanya 10-12
     suku kata )
c.  Sajaknya a-a. Gurindam yang baik bersajak penuh,tetapi ada juga yang 
     bersajak paruh
d.  Baris kedua adalah akibat (konsekuensi) atau balasan yang tersebut pada 
     baris pertama
e.  Gurindam berisi nasihat

Contoh:
GURINDAM DUABELAS
 
Pasal 1
Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tengah-Nya tiada ia menyalah

Pasal 2
Barang siapa meninggalkan sembahyang
Bagai rumah tidak betiang

Pasal 3
Apabila terpelihara kuping
Kabar yang jahat tiada damping

Pasal 4
Barang siapa meninggalkan zakat
Tiada hartanya boleh berkat

Pasal 5
Jika hendak mengenal orang yang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa

Pasal 6
Cahari olehmu akan kawan
Pilih segala orang setiawan

Pasal 7
Apabila anak tidak dilatih
Ajika besar Bapa’nya letih

Pasal 8
Keaiban orang jangan dibuka
Keaiban sendiri hendaknya sangka

Pasal 9
Kebanyakan orang muda-muda
Di situlah tempat syetan menggoda

Pasal 10
Dengan Ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat

Pasal 11
Hendaklah berjasa
Kepada yang berbangsa

Pasal 12
Betul hati kepada raja
Tanda jadi sebarang kerja

http://babeheko.blogspot.com/2010/08/gurindam.html

09.36 | Posted in | Read More »

Naskah dan Lembar Jawaban UN Kurang




Siswa SMA Negeri 11 Yogyakarta Faris Fadhli Domily mengerjakan soal ujian nasional di atas tempat tidur di Rumah Sakit Hidayatullah, Yogyakarta, kemarin. Dia dirawat di rumah sakit karena menderita kanker tulang.

JAKARTA– Sejumlah hambatan mewarnai hari pertama ujian nasional (UN) kemarin. Hambatan itu antara lain kekurangan naskah soal dan lembar jawaban.

Kekurangan lembar jawaban komputer (LJK) di antaranya terjadi di SMKN 1 Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Lembar jawaban kurang dua amplop atau 40 lembar jawaban. Untuk menutup kekurangan tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) terpaksa mengambil lembar jawaban yang seharusnya dipergunakan untuk hari kedua ujian (hari ini).

”Namun permasalahan itu tidak sampai mengganggu pelaksanaan UN,” ungkap Kasi Kurikulum Disdikpora KBB Imam Santoso kemarin. Persoalan yang sama juga terjadi di Sumatera Utara (Sumut). Ketua Penyelenggara UN Sumut Ilyas Sitorus menyatakan, ada beberapa daerah yang diinformasikan kekurangan lembar jawaban di antaranya di Nias Selatan, Tapanuli Utara, dan Medan.Di Nias Selatan,lembar jawaban kurang karena saat didistribusikan lembar jawaban tercebur di perairan Pulau Telo. Tidak hanya lembar jawaban, dari 33 kabupaten/kota, terdapat juga dua kabupaten/kota yang mengalami kekurangan naskah soal UN. Hal itu terjadi karena ketidakpahaman panitia UN di sekolah terkait kode yang terdapat pada masing-masing amplop soal UN.

“Dua daerah itu adalah Langkat dan Labuhan Batu,” ujar Koordinator Pengawas UN Perguruan Tinggi Selamet Triyono saat meninjau pelaksanaan UN di SMA Negeri 7 Medan kemarin. Menurut dia, kekurangan naskah soal UN itu karena tertukarnya amplop naskah soal UN dari satu kelas ke kelas yang lain. Padahal, jumlah peserta di tiap kelas berbeda. Dari Jember, Jawa Timur, malam sebelum berlangsung UN, sebagian besar siswa telah menerima kunci jawaban yang beredar lewat pesan singkat (SMS).Kunci jawaban itu bahkan untuk dua mata pelajaran, Bahasa Indonesia dan Biologi.

Namun,SMS itu dipastikan menyesatkan. UN hari pertama jenjang SMA/MA mengujikan dua mata pelajaran, Bahasa Indonesia dan Biologi untuk Program IPA, Sosiologi (IPS), Sastra Indonesia (Bahasa), serta Fikih (Keagamaan). Sementara pada jenjang SMK/SMALB mengujikan satu mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia.Adapun jumlah peserta UN jenjang SMA/MA/ SMK sebanyak 2.442.599 orang terdiri atas 1.196.136 peserta SMA,287.931 (MA),dan 958.532 (SMK). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional Mansyur Ramly mengakui ada beberapa hambatan dalam pelaksanaan UN hari pertama, misalnya ada aduan lembar jawaban beredar di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. ”Kami sudah konfirmasi ke panitia,dinyatakan tidak ada lembar jawaban beredar. Tetapi,kami masih mencari second opinion karena belum ada bukti,” katanya.

Menurut dia, jika terbukti terjadi kebocoran di suatu sekolah, UN di sekolah itu akan dibatalkan. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meminta ujian nasional (UN) tidak dijadikan alat politik pihak tertentu. Mendiknas juga melarang langkah pemerintah daerah yang ingin mendapatkan kelulusan 100%,tapi tidak mengindahkan rambu kejujuran.“ Prinsip-prinsip dasar ujian tidak boleh ditabrak,”katanya seusai mengunjungi UN di SLB Pembina Lebak Bulus, Jakarta,kemarin. lia anggia/adi hartantyo/ pjuliatmoko/ neneng zubaidah 
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/393765/

09.25 | Posted in | Read More »

Hah, 3 Soal UN Bahasa Indonesia Hilang

 
BANJARBARU, KOMPAS.com — Pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/sederajat hari pertama di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, diwarnai hilangnya tiga soal Bahasa Indonesia akibat lembaran soal ganda.
Lembaran soal ganda ditemukan di salah satu ruangan ujian SMAN 2 Banjarbaru saat pelaksanaan ujian, Senin (18/4/2011), di mana soal program studi Bahasa Indonesia halaman 5 dan 6 terdapat kesamaan materi soal dalam satu lembaran.
"Lembaran soal halaman 5 dan 6 sama dan soal yang tertulis hanya nomor 6 dan 7, sedangkan soal nomor 8 hingga 10 tidak ada karena soalnya loncat ke nomor 11," ujar Ketua Panitia Ujian SMAN 2 Banjarbaru, Saryono.

Temuan soal ganda hingga membuat tiga soal hilang pada paket soal dengan nomor seri 27 itu langsung ditindaklanjuti berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel.
Arahan lisan yang diperoleh panitia ujian setempat dari Dinas Pendidikan provinsi, peserta ujian nasional tetap melanjutkan menjawab soal ujian yang jumlah keseluruhan sebanyak 50 soal, kecuali tiga soal yang hilang tersebut.

"Kemungkinan tiga soal yang hilang itu tidak diperhitungkan atau dijadikan bonus, tetapi kebijakan itu merupakan wewenang dinas pendidikan provinsi sehingga kami hanya melaksanakan apa yang diarahkan," ungkapnya.
Kepala SMAN 2, Khairil Anwar, mengatakan, lembaran soal ganda hingga menghilangkan tiga nomor soal itu diharapkan menjadi bonus bagi peserta ujian karena kesalahan terjadi akibat proses pencetakan.
"Harapan kami, ketiga soal yang hilang itu dijadikan bonus karena kesalahan bukan pada peserta, tetapi terjadi saat proses pencetakan soal sehingga kami kurang setuju jika soalnya tidak diperhitungkan," ungkapnya.

Koordinator pengawas ujian nasional independen, Ahmad Yusran, ditemui di sela pantauan di SMAN 2 Banjarbaru mengatakan, temuan lembaran soal ganda yang membuat tiga soal hilang itu kemungkinan akibat kesalahan pada master soal.
"Kami melihat, kemungkinan kesalahan pada master soal yang kurang lengkap sehingga begitu soal dicetak, hasilnya ganda dan tiga soal hilang," ujar koordinator tim B dari Unlam Banjarmasin itu.
Dia menambahkan, pihaknya juga mendapat laporan serupa di Kabupaten Banjar, tetapi temuan itu tidak mengganggu proses ujian karena langsung disikapi panitia dengan memperbolehkan peserta menjawab soal selanjutnya.

"Meskipun tidak mengganggu proses ujian, laporan dan temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sehingga ke depan pelaksanaan ujian semakin baik," katanya.

09.15 | Posted in | Read More »

Pengawas Unas Kurang Teliti


CILACAP - Sekretaris Dewan Pendidikan Cilacap, Sani Aryanto menemukan sejumlah kesalahan administratif  ujian nasional hari pertama, Senin (18/4) yang dilakukan pengawas. Menurutnya, pengawas kurang teliti saat melengkapi data dalam sampul soal ketika hendak dibagikan ke siswa.

"Ada beberapa kesalahan karena kurang teliti. Pertama adalah masalah sampul. Ini terjadi saat soal baru dibagikan," ujarnya kepada Radar Banyumas (Group JPNN) di sela-sela peninjauan proses Unas.

Kesalahan lain, lanjutnya adalah pengisian kolom dalam sampul yang berisi keterangan mengenai jurusan, nama sekolah, kabupaten dan seterusnya. Pihaknya menemukan sejumlah pengawas yang menuliskan nama kabupaten dalam lajur nama jurusan. "Misalnya jurusan otomotif. Tapi ditulis Kabupaten Cilacap. Lajur kabupaten juga diisi Cilacap," ujanya.

Hal ini, lanjutnya bisa berakibat fatal karena lembar jawaban siswa bisa saja tertukar saat pengumpulan di dinas provinsi dan pada akhirnya merugikan siswa. "Bisa saja lari kemana-mana. Ini bisa merugikan siswa," katanya.

Permasalahan tersebut, diakuinya langsung ditangani oleh panitia setempat dengan mengganti sampul itu dengan sampul cadangan. "Langsung diatasi. Sampul diganti dengan sampul cadangan," katanya lagi.

Untuk itu, pihaknya meminta agar semua pihak bisa lebih teliti dalam pengisian sampul dan data administrasi lainnya. Seperti dengan mengecek kode soal, dan sebagaianya. Panitia lokal juga diminta melakukan cek ulang sebelum lembar jawaban dikirim ke masing-masing komisariat daerah atau komda. "Pengawas, panitia harus teliti dan mengecek ulang," pintanya.

Kedepan, dia berharap agar pelatihan bagi calon pengawas dilakukan selama dua hari. Ini agar pengawas benar-benar memahami pola pengawasan dan juga pengisian administrasi. Ini terkait adanya perbedaan UN tahun ini dengan pelaksanaan sebelumnya. Dia mencontohkan adanya lima paket soal dimana sebelumnya hanya ada dua paket.

"Kalau bisa workshop jangan sehari meski tiap tahun ada Unas. Tapi (Unas) kali ini sedikit berbeda dengan adanya lima paket soal. Jangan sampai pengawas salah mengisi kode paket soal," tandasnya. (har/awa/jpnn)
 
http://www.jpnn.com/read/2011/04/19/89889/Pengawas-Unas-Kurang-Teliti-

09.09 | Posted in | Read More »

Polisi Banyumas Dilibatkan dalam Pengawalan Soal UN


PURWOKERTO, (PRLM).- Polisi akan dilibatkan dalam pengawalan soal ujian nasional SLTA yang akan diselenggarakan Senin (18/4). Naskah soal akan dikawal ketat petugas kepolisian. sejak dikirim dari percetakan di Kudus hingga ke Banyumas Jawa Tengah, pengawalan polisi ini untuk menghindari kebocoran soal UN.
"Sejak dari kantor pencetakan soal di Kudus hingga Banyumas akan dikawal oleh polisi," kata Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Apenk Sunarto MPd, Jumat (15/4).
Bahkan untuk menghindari kebocoran selama waktu distribusi, pengiriman naskah soal dengan pelaksanaan ujian, juga dibuat sangat pendek. ''Naskah soal tersebut, baru akan sampai di Banyumas Sabtu (16/4), langsung didistribusikan ke masin-masing rayon," jelasnya.
Ada lima titik sub rayon lokasi penyimpanan soal sebelum didistribusikan langsung ke sekolah-sekolah. ''Untuk penyelenggaraan ujian ini, kita membagi wilayah Banyumas menjadi lima rayon. Nantinya, naskah soal dari percetakan di Kudus, langsung dikirim ke posko sub rayon tersebut, di tempat penyimpanan ini juga dilakukan penjagaan ketat,'' tambahnya.
Dinas sudah berkoordinasi dengan Polres Banyumas untuk pengawalan naskah UN, untuk teknis pengawalan pihak dinas sudah menyerahkan kepada aparat. Pengiriman ke sekolah-sekolah yang akan menyelenggarakan ujian, akan dilaksanakan mulai Senin (18/4) pagi. ''Pukul 07.00, naskah soal tersebut sudah sampai di sekolah-sekolah penyelenggara ujian. Naskah soal itu, tidak dikirim sekaligus untuk semua mata pelajaran yang diujikan. Tapi dikirim setiap hari, sesuai dengan mata pelajaran yang
diujikan pada hari itu,'' jelasnya
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Santosa Eddy Prabowo menambahkan bahwa seluruh persiapan menghadapi UN sudah dilaksanakan sekolah-sekolah di Banyumas. ''Semuanya sudah siap, hanya tinggal pelaksanaannya saja,'' katanya.
Dia menyebutkan, jumlah peserta UN tingkat SMA/MA/SMK di Kabupaten Banyumas tahun 2011 ini, ada 15.195 siswa yang terbagi dalam 111 sekolah penyelenggara UN. Jumlah itu terdiri dari 5.975 siswa kategori SMA/MA/SMALB dengan 44 sekolah penyelenggara dan 9.220 siswa SMK dengan 57 sekolah penyelenggara. (A-99/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/141809

08.53 | Posted in | Read More »

Gempa dan Paskah, Tiga Provinsi Batal Ujian



 
Selasa, 26 April 2011 , 09:21:00
 
JAKARTA – Upaya pemerintah meminimalkan kecurangan dalam ujian nasional (unas) tidak berjalan mulus. Baru saja unas SMA selesai, ditemukan dugaan kebocoran naskah ujian fisika di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Akibatnya, seluruh sekolah SMA dan sederajat di kabupaten tersebut harus mengikuti ujian ulang Kamis depan (28/4). Menurut Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Aman Wirakartakusumah, dugaan kebocoran soal itu bermula dari laporan yang diterima posko daerah setempat. Bocoran soal tersebut berawal dari SMAN I Paguat, Pohuwato, kemudian menyebar ke delapan SMA di kabupaten itu.
”Setelah ditelusuri, dugaan kebocoran soal itu benar. Saat dipergoki, kepala sekolah tengah membandingkan soal fisika. Ternyata, setelah diselidiki, sekolah tersebut telah membuka soal lebih dulu dan menyebarkannya kepada peserta ujian. Mereka sudah diperiksa dan dimintai keterangan,” papar Aman di Kantor Kemendiknas kemarin (25/4).

Setelah kebocoran tersebut terbukti, berdasar hasil rapat BSNP dengan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dan Kemendiknas, diputuskan unas untuk mata pelajaran fisika dibatalkan. Sebanyak 345 siswa yang tersebar di delapan SMA di Kabupaten Pohuwato diwajibkan mengikuti ujian ulang. Sekolah-sekolah tersebut adalah SMAN I Paguat (45 siswa), SMA I Marisa (100 siswa), SMA I Randangan (38 siswa), SMAN I Lemito (29 siswa), SMAN I Popayato (69 siswa), SMAN I Buntulia (18 siswa), MAN Al Ikhlas Paguat (24 siswa), dan MAN Al Khaerat Marisa (22 siswa).

Aman menyatakan, pihaknya mewajibkan ujian ulang bagi seluruh SMA di kabupaten tersebut. Sebab, diduga kebocoran telah menyebar ke sejumlah sekolah itu. Permintaan ujian ulang tersebut juga datang dari dinas pendidikan setempat. ”Teknologi saat ini mendukug percepatan penyebaran (kebocoran) soal tersebut,” papar dia. Untuk mengantisipasi terulangnya kebocoran soal, akan digunakan naskah yang berbeda dalam ujian itu dengan lima jenis paket. BSNP pun baru akan mengirim naskah tersebut sehari sebelum ujian ulang dimulai, yakni Rabu (27/4). ”Soal akan dikirim Puspendik dan dibawa langsung dari sini (Jakarta, Red),” ungkap dia.

Mengenai sanksi untuk pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kebocoran tersebut, Aman menyerahkan urusan itu kepada kepolisian dan pemerintah daerah setempat. ”Itu bukan kewenangan kami,” imbuhnya.Sementara itu, unas tingkat SMP yang berlangsung mulai kemarin juga bukan tanpa kendala. Pemerintah menyatakan, masih ada masalah, seperti kekurangan soal, cetakan naskah soal yang kurang jelas, bencana alam, hingga perayaan hari besar keagamaan. Menurut Ketua Panitia Pusat Unas Mansyur Ramly, masalah kekurangan soal dan hasil cetak yang kurang jelas telah diantisipasi dengan naskah cadangan dan soal yang difotokopi dengan pengawasan ketat pihak berwenang. Namun, masalah bencana alam dan hari libur keagamaan (Paskah) membuat pemerintah terpaksa membatalkan ujian dan memundurkannya.

Mansyur mengungkapkan, di Kendari, Sulawesi Tenggara, sejumlah sekolah setingkat SMP memulangkan siswa yang mengikuti unas bahasa Indonesia sesuai dengan permintaan para orang tua. Para wali murid mengkhawatirkan keselamatan anak-anak mereka karena terjadi gempa bumi di wilayah tersebut. ”Ujian batal karena kepanikan orang tua soal gempa. Jadi, mereka menjemput anak-anaknya di sekolah. Padahal, anak-anaknya tidak begitu merasakan (gempa). Tapi, itu kami hormati,” papar dia.  Sementara itu, di Papua dan Papua Barat, unas hari pertama tidak dilaksanakan karena para siswa masih libur untuk perayaan Paskah. Penetapan libur hingga Senin atau hari pertama unas tersebut merupakan keputusan pemerintah daerah setempat. Soal itu, pemerintah pusat menyatakan akan melangsungkan unas bahasa Indonesia pada Kamis nanti. ”Hanya ujian Senin yang ditiadakan. Unas Selasa dan seterusnya tetap berjalan,” imbuh dia. (ken/c11/nw)

Segera Jadi Besan SBY
MENKO Perekonomian Hatta Rajasa tidak lama lagi menjadi besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hari ini putri Hatta, Siti Ruby Aliya Rajasa, akan dilamar putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono atau lebih dikenal dengan nama Ibas. Keluarga SBY direncanakan datang ke kediaman keluarga Hatta di kawasan Fatmawati Golf Mansion, Jakarta Selatan. ’’Insya Allah, doain saja,’’ jawab Hatta singkat saat dikonfirmasi tentang acara pertunangan Aliya dan Ibas di Kantor Presiden kemarin (25/4).Dia lebih banyak menjawab dengan senyuman sembari bergegas menuju ruang rapat saat wartawan menanyakan lamaran yang bertepatan dengan hari ulang tahun ke-25 Aliya itu.

Setelah mengikuti rapat, Hatta kembali dicecar wartawan. Jawaban yang meluncur dari mulut mantan Menhub dan Mensesneg itu tetap sama. Namun, saat ditanya apakah wartawan akan diundang, dia menghentikan sejenak langkahnya.’’Sementara, tentu karena sifatnya (acara) sangat keluarga, belum dulu lah,’’ tuturnya. ’’Nanti kalau sudah Selasa (selesai acara, Red), saya jelasin,’’ ujar pejabat yang identik dengan rambut putihnya itu.Entah kebetulan atau tidak, SBY dan Hatta kemarin sama-sama memiliki agenda yang cukup padat. Hal tersebut memunculkan spekulasi bahwa hari ini keduanya akan berfokus pada acara lamaran Aliya.
SBY melakukan rapat kabinet terbatas (ratas) yang membahas lumpur Lapindo di Sidoarjo, TKI, dan HaKI (hak kekayaan intelektual). Seusai ratas, dia menerima Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang dilanjutkan dengan mendengarkan paparan Wapres Boediono tentang rencana pembangunan Papua dan Papua Barat.
Sementara itu, Hatta memiliki agenda rapat pukul 07.00 di kantornya dan mengikuti ratas di Kantor Presiden pukul 10.00. Kemudian, di kantornya pukul 15.00 hingga 17.00, dia berturut-turut menerima kunjungan kehormatan Dubes Korsel, beraudiensi dengan SK Group, menerima Dubes AS, serta menerima audiensi China Development Bank Corp.

Namun, karena masih mengikuti rapat dan paparan Wapres di Kantor Presiden, acara sore Hatta ditunda hingga pagi ini. ’’Besok (hari ini, Red) saya seperti biasa. Saya tidak pernah kosong agenda tiap hari,’’ tegas Hatta saat ditanya apakah bakal mengosongkan agenda saat hari lamaran Aliya dan Ibas.Kabar rencana pernikahan Aliya dan Ibas tercium sejak Maret lalu. Hari lamaran dipilih bertepatan dengan hari ulang tahun ke-25 Aliya yang lahir pada 26 April 1986. Sementara itu, tanggal pernikahan dikabarkan dipilih tepat pada hari ulang tahun ke-31 Ibas, yakni 24 November 2011. Ibas lahir pada 24 November 1980.Aliya memang disebut dekat dengan keluarga SBY. Alumnus Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB itu bersama Annisa Pohan mendirikan Yayasan Tunggadewi yang mengelola Rumah Pintar Cikeas pada Maret 2010. Annisa Pohan adalah istri Agus Yudhoyono, putra sulung SBY. (fal/c5/nw)
 
http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=90264

08.44 | Posted in | Read More »